Studi di Jerman (FH atau Universitas)

Salah satu persiapan penting untuk studi di Jerman adalah memilih sekolah tinggi yang tepat dan sesuai dengan keinginan dan kemampuan. Pilihan sekolah tinggi di Jerman untuk orang asing pada umumnya dibagi dua: FH dan Universitas.

FH adalah University of Applied Science dan sering kali diterjemahkan sebagai Polytehnik di Indonesia. Istilah FH(Fachhochschule) sudah diganti menjadi Hochschule beberapa tahun terakhir, karena tingkat pendidikan yang ditawarkan Hochschule semakin lama semakin setara dengan Universitas. Sering kali orang Indonesia yang merencanakan studi di Jerman sulit untuk memilih FH atau Universitas. Untuk orang-orang yang memilih jurusan-jurusan tertentu lebih mudah, karena ada beberapa jurusan yang hanya ditawarkan di FH atau di Universitas. Contoh studi kedokteran hanya ada Universitas, sedangkan Design Interior hanya ada di FH. Tetapi jurusan-jurusan lain(seperti mesin, elektro, computer) pada umumnya ada di FH dan di Universitas. Di bawah ini saya membahas point-point yang menjadi pertimbangan untuk memilih FH atau Universitas. Dari pengalaman saya yang adalah lulusan FH dan melihat beberapa teman-teman, point-point di bawah lebih menyarankan FH. Tetapi saya juga mendukung orang-orang yang berusaha keras untuk studi di Universitas.

1. Isi studi
Studi di FH lebih berorientasi ke praktek dan isi mata kuliahnya tidak dibahas dengan mendalam seperti di Universitas. Sering kali ini menjadi alasan orang lebih memilih Universitas, karena merasa rugi jauh-jauh sekolah ke Jerman kalau tidak belajar sampai mendalam. Untuk orang yang memang senang belajar dan mampu, bagus untuk memilih Universitas. Dan juga untuk yang ingin jadi dosen atau kerja di Research, Universitas lebih tepat. Tetapi dilain sisi jika ingin pergi ke dunia kerja atau menjadi wiraswasta mungkin FH lebih tepat. Karena di dunia kerja dan FH, jarang sekali pengetahuan yang mendalam dibutuhkan. Dan kalau seandainya pengetahuan yang mendalam dibutuhkan di dunia kerja, perusahaan juga akan memberikan waktu untuk memperdalam pengetahuan di waktu kerja.

2. Lingkungan studi
Point yang satu ini tergantung dengan jurusan yang diambil. Hal yang saya bahas di point ini biasanya terjadi untuk jurusan-jurusan umum seperti mesin, elektro, dan computer. Lingkungan studi di FH biasanya lebih kecil, dengan demikian mahasiswa saling kenal, juga dengan dosen. Lingkungan studi di Universitas biasanya lebih besar, jadi sering kali mahasiswa saling tidak kenal. Dan karena begitu banyak mahasiswa, dosen memiliki beberapa asisten untuk membantu dosen mengajar atau memeriksa hasil tes. 

3. Masa studi
Masa studi juga berkaitan dengan point diatas. Pada umumnya mahasiswa FH selesai lebih cepat dari orang-orang yang studi di Universitas. Karena di Jerman tidak ada drop out dan tidak ada tekanan untuk lulus dengan cepat, ada orang-orang yang studi lama sampai 20 semester. Karena itu penting di sini untuk memiliki strategi. Kalau setelah beberapa semester di Universitas sepertinya tidak ada kemajuan, mungkin harus dipikirkan untuk pindah ke FH. Saya mengenal beberapa orang dari Universitas yang pindah ke FH, karena studi di Universitas terlalu lama. Dan setelah itu mereka sukses, lulus dengan cepat dari FH, dan mendapat kerjaan di Jerman.

4. Waktu luang
Pada umumnya studi di FH lebih padat selama semester dan ujian-ujian diadakan pada akhir semester, karena masa ujian ditetapkan oleh FH. Setelah itu mahasiswa FH bebas selama liburan.  Jadi biasanya mahasiswa FH ada waktu luang selama libur semester untuk kerja atau untuk liburan. Sedangkan di Universitas selama semester biasanya lebih tidak padat, karena ujian-ujiannya diadakan pada setelah libur semester, karena waktu ujian ditetapkan oleh dosen. Dan waktu luang mahasiswa Universitas adalah selama semester karena jadwal kuliahnya tidak padat. Dan mereka biasanya belajar di masa liburan untuk ujian.

Semoga point-point di atas bisa membantu untuk menjadi bahan pertimbangan dalam memilih FH atau Universitas.