Pecat 32 Jaksa Nakal, Jamwas Diadukan ke Presiden

Headline

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), Marwan Effendi

Oleh: Santi Andriani
Nasional – Rabu, 9 Maret 2011 | 12:38 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Gara-gara memberhentikan sebanyak 32 jaksa nakal dengan tidak hormat selama menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), Marwan Effendi sempat diadukan ke Presiden.

“Ada yang menulis ke Presiden bahwa Jamwas sekarang ini model preman katanya. Main hukum saja orang,” cerita Marwan kepada wartawan di gedung Kejagung, Rabu (9/3/2011).

Sebelumnya, Kejagung telah memberhentikan sebanyak 32 oknum jaksa nakal dengan berbagai tindakan pelanggaran mulai dari pidana hingga disiplin. Pemberhentian itu dilakukan dalam kurun waktu enam bulan pertama Marwan menjabat sebagai Jamwas Januari tahun lalu.

“Bukan preman maksud saya. Tetapi Kita mencoba memberikan hukuman yang berdampak pada pencerahan itu ya. Percuma dihukum teguran tertulis, enam bulan nanti selesai dia kembali lagi atau ditunda kenaikan pangkat,” beber Marwan mencoba mengklarifikasi.

Hukuman pemecatan dengan tidak hormat itu, menurut dia, menjadi hukuman yang bisa memberikan efek jera sekaligus memberi peringatan kepada jaksa lainnya untuk tidak berpikir melakukan pelanggaran.

“Kalau hanya teguran nanti dia bisa berbuat lagi, ditunda kenaikan pangkat, dia berpikiran 10 kali penundaan gak papa bagi mereka, toh nanti naik juga. Jadi kalau berhenti atau diproses ke pengadilan sudah tidak bisa apa-apa lagi dia,” jelas Marwan.

Penindakan tegas tersebut, lanjut Marwan, bahwa Kejagung ingin menunjukkan pihaknya sekarang tidak main-main dengan para oknum jaksa nakal.

“Jadi kita sekarang tidak main-main. Artinya, sudah saatnya sekarang mengubah paradigma, mengubah pola pikir, mengubah perilakunya itu. Sebab orang semakin tidak percaya sama penegakan hukum sekarang,” pungkas Marwan. [bar]